Lampu PJU Tenaga Surya 110 Watt AROSTECH – Spesifikasi & Keunggulan Teknis
Lampu PJU tenaga surya 110 watt AROSTECH adalah solusi penerangan jalan modern dengan efisiensi tinggi dan sistem hemat energi tanpa ketergantungan listrik PLN. Menggunakan LED berdaya 110W dengan efisiensi 140–150 lm/W, lampu ini mampu menghasilkan output cahaya hingga ±16.500 lumen, ideal untuk jalan perumahan, kawasan industri, area parkir, hingga proyek Dana Desa. Sistem didukung baterai lithium 3.2V 250Wh yang ringan, tahan suhu ekstrem, serta memiliki umur pakai lebih panjang dibanding baterai VRLA konvensional. Panel surya 18V dengan rekomendasi 80–300W memastikan pengisian optimal sesuai kondisi lokasi. Dilengkapi controller MPPT untuk efisiensi maksimal serta housing die-cast aluminum anti karat, lampu ini dirancang untuk investasi jangka panjang 5–7 tahun dengan perawatan minimal. Cocok untuk proyek pemerintah maupun swasta yang membutuhkan solar street light andal, stabil, dan efisien.
Alasan berbelanja di Anekasolusidaya.com
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
- Bisa COD - Bayar setelah barang sampai
Description
Reviews (0)
Description
Lampu PJU Tenaga Surya 110 Watt AROSTECH – Spesifikasi & Keunggulan Teknis
Lampu PJU tenaga surya 110 watt menjadi salah satu solusi penerangan jalan yang paling banyak dicari untuk proyek pemerintah, kawasan industri, perumahan, hingga jalan kolektor. Kebutuhan efisiensi energi, pengurangan biaya listrik PLN, serta tuntutan sistem yang tahan terhadap iklim tropis membuat teknologi solar street light semakin relevan.
Lampu PJU Tenaga Surya 110 Watt AROSTECH dirancang dengan pendekatan teknis yang matang: efisiensi lumen tinggi, baterai lithium modern, serta controller MPPT untuk optimasi pengisian daya. Artikel ini membahas spesifikasi teknis secara detail serta analisa performa pencahayaan berdasarkan parameter aktual.
Spesifikasi Teknis Lampu PJU 110 Watt
Berikut adalah spesifikasi utama yang menjadi dasar performa sistem:
1️⃣ Efisiensi LED: 140–150 lm/W
Efisiensi 140–150 lumen per watt termasuk kategori tinggi dalam industri pencahayaan jalan. Artinya:
- Output cahaya maksimal dengan konsumsi daya lebih rendah
- Efisiensi sistem meningkat
- Biaya energi jangka panjang lebih hemat
Jika dibandingkan lampu konvensional sodium atau metal halide, LED dengan efisiensi ini dapat menghasilkan tingkat lux yang sama dengan konsumsi energi lebih kecil.
Insight:
Semakin tinggi lumen per watt, semakin rendah energi yang dibutuhkan untuk mencapai standar pencahayaan jalan.
2️⃣ Rekomendasi Panel Surya: 18V 80–300W
Lampu ini direkomendasikan menggunakan panel 18V dengan rentang daya 80W hingga 300W, tergantung kebutuhan lokasi.
- 80–100W → area dengan paparan matahari optimal
- 150–200W → wilayah curah hujan sedang
- 250–300W → area pesisir atau musim hujan panjang
Pemilihan kapasitas panel harus mempertimbangkan Peak Sun Hour Indonesia (±4–5 jam efektif).
Untuk panduan teknis perhitungan kapasitas panel dan sistem PJU, silakan baca artikel pendukung berikut:
👉 [Cara Menghitung Kapasitas Panel Surya dan Baterai untuk Lampu PJU Tenaga Surya 110 Watt]
3️⃣ Baterai Lithium Cell 3.2V / 250Wh
Menggunakan lithium cell dengan kapasitas 250Wh memberikan beberapa keunggulan:
- Bobot lebih ringan
- Siklus hidup lebih panjang dibanding VRLA
- Efisiensi charge-discharge tinggi
- Maintenance minimal
Lithium juga lebih stabil dalam rentang suhu -20°C hingga +60°C, cocok untuk iklim tropis Indonesia.
Menurut International Energy Agency (IEA),
“Lithium battery systems provide higher energy density and longer operational life compared to traditional lead-acid batteries in renewable energy applications.”
4️⃣ Waktu Charging: 8–10 Jam
5️⃣ Waktu Discharge: 24–30 Jam
Dengan waktu pengisian 8–10 jam, sistem mampu menyimpan energi cukup untuk menyuplai lampu selama 24–30 jam.
Artinya:
- Tetap menyala saat mendung
- Memiliki cadangan daya
- Stabil untuk operasi malam penuh
Ini menjadi nilai tambah untuk proyek Dana Desa atau kawasan tanpa jaringan PLN.
6️⃣ Tinggi Instalasi: 7–10 Meter
Tinggi instalasi yang direkomendasikan 7–10 meter membuat lampu ini cocok untuk:
- Jalan kolektor
- Area parkir luas
- Kawasan industri
- Perumahan skala besar
Pemilihan tinggi tiang memengaruhi radius proteksi cahaya dan distribusi lux.
7️⃣ Beam Angle: 70° × 145°
Sudut pencahayaan 70° × 145° dirancang khusus untuk distribusi memanjang pada badan jalan.
Keunggulan sudut ini:
- Cahaya fokus ke permukaan jalan
- Mengurangi pemborosan cahaya ke sisi samping
- Distribusi lux lebih merata
8️⃣ CRI >80 (Color Rendering Index)
CRI di atas 80 menghasilkan warna yang lebih natural dan mendekati cahaya siang hari.
Manfaatnya:
- Visibilitas kendaraan lebih baik
- Warna marka jalan terlihat jelas
- Keamanan lalu lintas meningkat
9️⃣ Material: Die-Cast Aluminum
Body menggunakan die-cast aluminum yang memiliki karakteristik:
- Tahan korosi
- Kuat terhadap benturan
- Dissipasi panas optimal
Material ini memperpanjang umur pakai lampu dan menjaga stabilitas performa LED.
🔟 Controller MPPT
Sistem menggunakan MPPT (Maximum Power Point Tracking).
Keunggulan MPPT:
- Optimalisasi penyerapan daya panel
- Efisiensi pengisian lebih tinggi dibanding PWM
- Adaptif terhadap perubahan intensitas matahari
Menurut Solar Energy Industries Association (SEIA):
“MPPT controllers can improve solar charging efficiency by up to 20–30% compared to conventional PWM systems.”
Insight penting:
MPPT memastikan setiap watt energi matahari dimanfaatkan secara maksimal.
Analisa Performa Pencahayaan
Untuk memahami performa nyata, mari kita hitung estimasi output lumen:
110W × 140–150 lm/W =
≈ 15.400 – 16.500 lumen
Angka ini cukup untuk:
- Jalan kolektor dua arah
- Area industri skala menengah
- Parkiran kendaraan besar
Distribusi Cahaya untuk Jalan Memanjang
Beam angle 70° × 145° dirancang khusus untuk pola distribusi memanjang.
Mengapa sudut beam penting?
- Sudut terlalu lebar → cahaya menyebar dan lux turun
- Sudut terlalu sempit → area gelap di sisi jalan
Distribusi 70° × 145° memungkinkan pencahayaan optimal sepanjang badan jalan tanpa glare berlebihan.
Dalam perencanaan PJU, parameter lux dan uniformity ratio menjadi standar evaluasi. Desain beam yang tepat membantu memenuhi standar SNI penerangan jalan.
Cocok untuk Jalan Kolektor
Dengan tinggi 7–10 meter dan lumen di atas 15.000, lampu ini ideal untuk:
- Jalan penghubung antar desa
- Kawasan industri
- Jalan kompleks pergudangan
- Area tambang ringan
Sistem solar street light 110W seperti ini juga mendukung program efisiensi energi nasional dan pengurangan emisi karbon.
Stabilitas Warna dan Keamanan Visual
CRI >80 memberikan pencahayaan yang nyaman di mata.
Manfaat langsungnya:
- Pengemudi lebih mudah mengenali objek
- Risiko kecelakaan berkurang
- Lingkungan terasa lebih aman
Lampu dengan CRI rendah sering menyebabkan warna terlihat kusam, sehingga detail marka dan rambu kurang jelas.
Faktor Tambahan yang Perlu Diperhatikan
Dalam implementasi proyek, beberapa hal penting:
- Pastikan pondasi tiang sesuai beban angin
- Gunakan panel sesuai kebutuhan lokasi
- Hindari underspec baterai
- Pastikan konfigurasi MPPT sesuai tegangan sistem
Perencanaan teknis yang tepat akan memastikan sistem bekerja optimal selama bertahun-tahun.
Dengan kombinasi efisiensi LED tinggi, baterai lithium 250Wh, controller MPPT, dan desain distribusi cahaya yang presisi, sistem ini menjadi solusi penerangan modern yang hemat energi dan andal untuk berbagai kebutuhan infrastruktur.
Lampu PJU tenaga surya 110 watt.
Lampu PJU tenaga surya 110 watt tidak hanya ditentukan oleh kualitas LED dan distribusi cahayanya, tetapi juga oleh sistem penyimpanan energi dan konfigurasi panel surya yang digunakan. Dua komponen ini menjadi fondasi utama agar solar street light mampu bekerja stabil sepanjang malam, bahkan saat cuaca tidak menentu. Berikut pembahasan lanjutan mengenai sistem baterai lithium serta rekomendasi panel surya untuk performa optimal.
Sistem Baterai Lithium & Keunggulannya
Dalam sistem lampu jalan tenaga surya lithium, baterai berfungsi sebagai pusat penyimpanan energi sebelum digunakan saat malam hari. Pada tipe 110W ini, digunakan lithium cell dengan bobot unit net sekitar 8 kg, menjadikannya jauh lebih ringan dibanding sistem baterai timbal-asam konvensional.
1️⃣ Lebih Ringan dan Ringkas
Dengan berat sekitar 8 kg, baterai lithium:
- Memudahkan instalasi di tiang 7–10 meter
- Mengurangi beban struktur mounting
- Meminimalkan risiko deformasi bracket
Sebaliknya, baterai VRLA (Valve Regulated Lead Acid) memiliki bobot lebih besar untuk kapasitas energi yang sama. Dalam proyek PJU skala besar, bobot tambahan ini dapat memengaruhi desain struktur dan biaya instalasi.
2️⃣ Cycle Life Lebih Panjang Dibanding VRLA
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam query turunan seperti “berapa lama umur baterai lampu PJU tenaga surya?” adalah terkait daya tahan siklus.
Baterai lithium memiliki:
- Cycle life 2–3 kali lebih panjang dari VRLA
- Depth of discharge (DoD) lebih fleksibel
- Stabilitas tegangan lebih baik
VRLA biasanya memiliki siklus terbatas dan sensitif terhadap pengosongan mendalam. Jika sering mengalami over-discharge, umur pakainya bisa turun drastis.
Menurut laporan BloombergNEF tentang sistem penyimpanan energi terbarukan:
“Lithium-based battery systems offer superior cycle durability and operational efficiency compared to lead-acid technologies in off-grid solar applications.”
Dalam praktik lapangan, sistem lithium memberikan keandalan jangka panjang yang lebih baik, terutama untuk proyek pemerintah dan kawasan industri yang membutuhkan kontinuitas operasional.
3️⃣ Tahan Suhu Ekstrem -20°C hingga +60°C
Indonesia memang bukan wilayah bersuhu minus, tetapi fluktuasi suhu tropis dan panas berlebih di area pesisir atau tambang dapat memengaruhi performa baterai.
Keunggulan lithium:
- Stabil pada suhu tinggi
- Tidak mudah mengalami sulfasi
- Performa charge-discharge lebih konsisten
VRLA cenderung lebih sensitif terhadap panas berlebih, yang dapat mempercepat degradasi internal.
Dalam konteks proyek solar street light di pesisir atau kawasan industri, stabilitas suhu menjadi faktor kritis yang sering diabaikan saat fokus pada harga termurah.
4️⃣ Maintenance Rendah
Sistem lithium pada lampu PJU tenaga surya 110 watt dirancang untuk minim perawatan:
- Tidak perlu pengecekan air aki
- Risiko kebocoran lebih rendah
- Sistem BMS (Battery Management System) menjaga proteksi
VRLA membutuhkan pengawasan lebih ketat dan berpotensi mengalami penurunan performa jika tidak dirawat dengan baik.
Melihat tren pengadaan PJU beberapa tahun terakhir, sistem lithium semakin menjadi standar baru karena efisiensi jangka panjangnya. Dalam pandangan saya, proyek yang masih memilih VRLA murni karena harga awal sering kali menghadapi biaya penggantian lebih cepat dalam 2–3 tahun pertama.
Untuk analisa lebih dalam tentang perbandingan biaya jangka panjang, silakan baca artikel berikut:
👉 [Perbandingan Baterai Lithium vs VRLA untuk Proyek Lampu PJU Tenaga Surya]
Rekomendasi Panel Surya untuk Sistem Optimal
Selain baterai, konfigurasi panel surya menentukan keberhasilan sistem secara keseluruhan. Banyak kasus di lapangan menunjukkan kegagalan bukan karena lampu, tetapi karena panel underspec.
Pertanyaan umum seperti “panel surya berapa watt untuk lampu PJU 110 watt?” harus dijawab dengan pendekatan teknis, bukan asumsi.
1️⃣ Minimum 80W untuk Beban Ringan
Panel 80W dapat digunakan pada:
- Lokasi dengan radiasi matahari optimal
- Wilayah tanpa naungan
- Intensitas pemakaian standar
Namun, konfigurasi ini tidak memberikan margin cadangan besar saat musim hujan.
2️⃣ Ideal 150–200W untuk Curah Hujan Tinggi
Untuk wilayah dengan cuaca tidak stabil:
- Panel 150–200W memberikan cadangan energi lebih aman
- Mengurangi risiko lampu redup saat mendung
- Menjaga waktu discharge 24–30 jam tetap tercapai
Dalam proyek B2G atau Dana Desa, konfigurasi 150W sering menjadi titik tengah ideal antara efisiensi dan biaya.
3️⃣ 300W untuk Backup Maksimal
Konfigurasi 250–300W cocok untuk:
- Area tambang
- Kawasan pesisir
- Wilayah dengan curah hujan ekstrem
- Proyek yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi
Dalam pengalaman proyek infrastruktur, margin cadangan energi sering menjadi pembeda antara sistem yang stabil dan sistem yang bermasalah saat musim hujan panjang.
Konsep Peak Sun Hour Indonesia
Rata-rata Peak Sun Hour (PSH) Indonesia adalah 4–5 jam efektif per hari.
Artinya:
- Panel 150W × 4 jam ≈ 600Wh produksi harian
- Harus cukup untuk mengisi baterai 250Wh + losses sistem
Jika panel terlalu kecil, maka:
- Baterai tidak terisi penuh
- Siklus kerja terganggu
- Umur baterai menurun
Dalam perencanaan teknis solar panel 18V untuk lampu jalan tenaga surya, margin keamanan energi sangat penting. Menurut saya, desain sistem sebaiknya selalu mempertimbangkan musim terburuk, bukan kondisi matahari terbaik.
Dengan kombinasi baterai lithium ringan, cycle life panjang, toleransi suhu luas, serta konfigurasi panel 80W hingga 300W yang disesuaikan dengan Peak Sun Hour Indonesia, sistem ini dirancang untuk memberikan stabilitas operasional jangka panjang.

Lampu PJU tenaga surya 110 watt tidak hanya unggul dari sisi spesifikasi teknis dan sistem baterai lithium, tetapi juga harus dipasang dengan konfigurasi instalasi yang tepat agar performa pencahayaan optimal dan umur sistem mencapai target investasi 5–7 tahun. Dalam praktik proyek infrastruktur, banyak kegagalan sistem justru terjadi karena kesalahan perencanaan tinggi tiang, jarak antar titik lampu, atau pemilihan material yang tidak sesuai lingkungan.
Berikut pembahasan lanjutan mengenai tinggi instalasi, aplikasi lapangan, ketahanan material, serta estimasi harga berdasarkan faktor teknis.
Tinggi Instalasi & Aplikasi Lapangan
Pertanyaan yang sering muncul dalam query turunan seperti “tinggi tiang ideal untuk lampu PJU 110 watt berapa meter?” atau “jarak antar tiang lampu jalan berapa meter?” harus dijawab berdasarkan pendekatan fotometrik dan distribusi lux.
Rekomendasi Tinggi Tiang: 7–10 Meter
Untuk lampu dengan output ±15.400–16.500 lumen, tinggi 7–10 meter merupakan konfigurasi ideal karena:
- Menjaga uniformity ratio pencahayaan
- Mengurangi glare ke pengendara
- Memaksimalkan distribusi beam 70° × 145°
Jika terlalu rendah (misalnya 5 meter), distribusi cahaya menjadi sempit dan titik terang terlalu fokus. Sebaliknya, jika terlalu tinggi tanpa penyesuaian sudut, intensitas lux di permukaan jalan bisa menurun.
Dalam standar penerangan jalan kolektor, tinggi 8–9 meter sering menjadi pilihan paling stabil untuk lampu jalan tenaga surya 110W.
Jarak Antar Tiang: 20–30 Meter
Jarak 20–30 meter tergantung pada:
- Lebar badan jalan
- Tinggi tiang
- Standar lux yang ditargetkan
- Sudut distribusi cahaya
Untuk jalan perumahan dengan lebar 6–8 meter, jarak 20–25 meter biasanya cukup. Untuk jalan kawasan industri dengan lebar lebih besar, jarak bisa disesuaikan hingga 30 meter dengan simulasi lux terlebih dahulu.
Dalam praktik perencanaan proyek solar street light, simulasi fotometrik sangat disarankan. Untuk panduan teknis detailnya, Anda bisa membaca:
👉 [Cara Menghitung Jarak Ideal Tiang Lampu PJU Berdasarkan Standar Lux Jalan]
Cocok untuk Berbagai Aplikasi Lapangan
Konfigurasi ini membuat sistem cocok untuk:
✅ Jalan Perumahan
- Keamanan lingkungan meningkat
- Visibilitas kendaraan lebih jelas
- Efisiensi tanpa biaya listrik bulanan
✅ Kawasan Industri
- Mendukung aktivitas logistik malam hari
- Mengurangi ketergantungan PLN
- Stabil untuk beban operasional rutin
✅ Area Parkir Luas
- Distribusi cahaya merata
- CRI >80 membantu identifikasi kendaraan
- Mengurangi blind spot
✅ Pelabuhan / Tambang
- Tahan suhu ekstrem
- Tahan korosi (dengan material tepat)
- Cocok untuk area terpencil tanpa jaringan listrik
Menurut Illuminating Engineering Society (IES):
“Proper pole height and spacing are critical variables in achieving uniform road lighting and minimizing glare.”
Artinya, tinggi dan jarak bukan sekadar angka teknis, tetapi faktor keselamatan publik.
Keunggulan Material & Ketahanan
Selain konfigurasi instalasi, daya tahan material menjadi penentu umur investasi.
Die-Cast Aluminum Anti Karat
Body lampu menggunakan die-cast aluminum yang memiliki:
- Ketahanan terhadap korosi
- Struktur kuat terhadap benturan
- Dissipasi panas yang optimal
Untuk wilayah pesisir atau tambang, ketahanan terhadap korosi sangat penting. Material ini membantu mencegah degradasi dini akibat kelembapan dan kandungan garam udara.
Desain Tahan Panas Tropis
Indonesia memiliki suhu permukaan jalan yang bisa sangat tinggi pada siang hari. Desain housing yang baik memungkinkan:
- Pelepasan panas LED lebih stabil
- Mengurangi thermal stress
- Memperpanjang umur chip LED
Sistem dengan pendinginan buruk dapat mengalami penurunan lumen (lumen depreciation) lebih cepat.
Stabil di Suhu Ekstrem
Rentang suhu operasional yang luas membuat sistem tetap stabil dalam kondisi:
- Panas siang hari
- Hujan deras
- Fluktuasi suhu malam
Hal ini penting untuk menjaga stabilitas performa baterai lithium dan komponen elektronik internal.
MPPT Controller untuk Efisiensi Maksimal
MPPT memastikan energi matahari diserap secara optimal, bahkan saat intensitas cahaya berubah-ubah.
Keunggulannya:
- Efisiensi pengisian lebih tinggi
- Adaptif terhadap perubahan radiasi
- Mengurangi kehilangan energi
Solar Energy Industries Association menyatakan:
“MPPT technology significantly increases solar system efficiency, especially under variable irradiance conditions.”
Dalam sistem lampu jalan tenaga surya lithium, MPPT menjadi elemen kunci agar baterai terisi optimal setiap hari.
Investasi Jangka Panjang 5–7 Tahun
Dengan kombinasi:
- LED efisiensi tinggi
- Baterai lithium 250Wh
- Material die-cast aluminum
- Controller MPPT
Sistem ini dirancang untuk investasi jangka panjang 5–7 tahun dengan perawatan minimal.
Dalam konteks proyek pemerintah atau B2G, pendekatan ini lebih rasional dibanding memilih spesifikasi murah yang berisiko penggantian lebih cepat.
Estimasi Harga & Faktor Penentu
Banyak pencarian seperti “harga lampu PJU tenaga surya 110 watt berapa?” sebenarnya tidak memiliki satu jawaban tetap. Harga sangat dipengaruhi oleh konfigurasi sistem.
Faktor Penentu Harga:
1️⃣ Spesifikasi Panel
- 80W vs 200W vs 300W
- Merek dan efisiensi modul
2️⃣ Kapasitas Baterai
- 250Wh standar
- Upgrade kapasitas untuk backup lebih lama
3️⃣ Tinggi Tiang
- 7 meter vs 10 meter
- Ketebalan dan diameter bawah
4️⃣ Sistem Instalasi
- Pondasi dan anchor bolt
- Akses lokasi
- Biaya tenaga kerja
5️⃣ Lokasi Proyek
- Wilayah terpencil
- Biaya pengiriman
- Kondisi tanah
Dalam proyek skala besar, analisa RAB (Rencana Anggaran Biaya) menjadi tahapan penting sebelum pengadaan.
Jika Anda sedang merencanakan proyek penerangan jalan, pendekatan terbaik adalah melakukan perhitungan teknis terlebih dahulu, bukan hanya membandingkan harga satuan unit.
👉 Konsultasi spesifikasi & RAB proyek sekarang untuk mendapatkan konfigurasi sistem yang sesuai kebutuhan lokasi, standar lux, serta target investasi jangka panjang.
Dengan perencanaan tinggi instalasi yang tepat, material tahan korosi, serta konfigurasi panel dan baterai yang sesuai, sistem ini dirancang untuk memberikan performa stabil dan efisiensi energi maksimal dalam berbagai kondisi lapangan.

FAQ – Lampu PJU Tenaga Surya 110 Watt
1️⃣ Berapa lumen lampu PJU tenaga surya 110 watt?
Lampu PJU tenaga surya 110 watt dengan efisiensi 140–150 lm/W menghasilkan total output sekitar 15.400–16.500 lumen. Angka ini sudah cukup untuk memenuhi standar penerangan jalan kolektor, kawasan industri, hingga area parkir luas. Besarnya lumen menentukan tingkat lux yang diterima permukaan jalan. Semakin tinggi lumen per watt, semakin efisien sistem dalam mengubah energi menjadi cahaya. Dengan distribusi beam 70° × 145°, cahaya lebih fokus ke badan jalan sehingga pencahayaan merata tanpa glare berlebihan.
2️⃣ Tinggi tiang ideal untuk lampu PJU 110W berapa meter?
Tinggi tiang yang direkomendasikan untuk lampu jalan tenaga surya 110 watt adalah 7–10 meter. Ketinggian ini mempertimbangkan distribusi cahaya, standar lux jalan, serta uniformity ratio. Jika terlalu rendah, cahaya menjadi terlalu fokus dan menyilaukan. Jika terlalu tinggi tanpa penyesuaian sudut, intensitas lux di permukaan jalan menurun. Untuk jalan perumahan biasanya cukup 7–8 meter, sedangkan kawasan industri atau jalan kolektor ideal di 8–9 meter.
3️⃣ Berapa jarak antar tiang lampu PJU 110 watt?
Jarak antar tiang umumnya 20–30 meter tergantung lebar jalan dan tinggi tiang. Untuk jalan selebar 6–8 meter, jarak 20–25 meter sudah cukup menjaga distribusi lux tetap merata. Pada jalan industri atau area parkir luas, jarak bisa mencapai 30 meter dengan simulasi fotometrik terlebih dahulu. Perhitungan jarak sangat penting agar tidak terjadi area gelap atau pemborosan unit lampu.
4️⃣ Berapa lama daya tahan baterai lithium pada PJU 110 watt?
Baterai lithium 3.2V / 250Wh pada sistem ini memiliki cycle life jauh lebih panjang dibanding baterai VRLA. Dalam kondisi penggunaan normal dan panel yang sesuai spesifikasi, umur pakai bisa mencapai 5–7 tahun. Lithium juga memiliki efisiensi charge-discharge lebih tinggi serta lebih tahan terhadap suhu tropis. Dengan controller MPPT, proses pengisian daya lebih optimal sehingga baterai tidak mudah mengalami degradasi dini.
5️⃣ Panel surya berapa watt yang cocok untuk lampu PJU 110 watt?
Panel yang direkomendasikan berada di rentang 80W hingga 300W. Untuk wilayah dengan paparan matahari optimal, 80–100W bisa digunakan. Namun untuk curah hujan tinggi atau kebutuhan backup lebih aman, 150–200W lebih disarankan. Jika proyek berada di wilayah pesisir atau tambang dengan kondisi cuaca ekstrem, 250–300W memberikan margin cadangan energi lebih besar. Konfigurasi panel harus disesuaikan dengan Peak Sun Hour Indonesia sekitar 4–5 jam efektif per hari.
6️⃣ Apa keunggulan baterai lithium dibanding VRLA pada lampu jalan tenaga surya?
Baterai lithium lebih ringan, memiliki cycle life lebih panjang, dan maintenance rendah dibanding VRLA. Lithium juga tidak mengalami sulfasi seperti aki timbal-asam dan lebih stabil pada suhu tinggi. Dalam jangka panjang, lithium lebih efisien secara biaya karena tidak perlu penggantian sesering VRLA. Untuk proyek PJU pemerintah dan industri, lithium menjadi pilihan lebih modern dan andal.
7️⃣ Apakah lampu PJU tenaga surya 110 watt tahan hujan dan panas?
Ya, sistem dirancang untuk tahan kondisi tropis dengan material die-cast aluminum yang anti karat dan mampu mendisipasi panas secara optimal. Rentang suhu operasional -20°C hingga +60°C membuatnya stabil di berbagai kondisi lingkungan. Material housing yang kuat juga melindungi komponen internal dari kelembapan dan benturan ringan.
8️⃣ Apakah lampu PJU 110W bisa menyala saat cuaca mendung?
Selama sistem panel dan baterai dikonfigurasi sesuai kebutuhan lokasi, lampu tetap dapat menyala saat cuaca mendung karena energi telah disimpan di baterai lithium. Dengan waktu discharge 24–30 jam, sistem memiliki cadangan daya untuk malam hari meskipun produksi panel menurun. Inilah pentingnya memilih kapasitas panel yang tidak underspec.
9️⃣ Berapa estimasi harga lampu PJU tenaga surya 110 watt?
Harga tidak bisa ditentukan satu angka karena dipengaruhi oleh spesifikasi panel, kapasitas baterai, tinggi tiang, sistem instalasi, serta lokasi proyek. Konfigurasi panel 80W tentu berbeda dengan 200W atau 300W. Untuk mendapatkan harga akurat, biasanya dilakukan analisa RAB berdasarkan kebutuhan lux dan kondisi lapangan.
🔟 Apakah lampu PJU 110 watt cocok untuk proyek Dana Desa atau kawasan industri?
Sangat cocok. Dengan efisiensi lumen tinggi, baterai lithium, serta controller MPPT, sistem ini mendukung penghematan energi tanpa ketergantungan PLN. Cocok untuk jalan desa, kawasan industri, area parkir, hingga pelabuhan dan tambang. Sistem ini juga mendukung program efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.




Reviews
There are no reviews yet.