Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips – Spesifikasi Lengkap & Harga Terbaru
Starting: Rp320.000,00 Rp200.000,00
Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips adalah solusi penerangan jalan modern tanpa kabel PLN dengan performa tinggi dan efisiensi maksimal. Dilengkapi LED Philips 150 lumen per watt, panel surya monocrystalline 120W, serta baterai LiFePO4 60Ah, sistem ini mampu memberikan pencahayaan stabil hingga 12 jam setiap malam. Cocok untuk jalan kolektor lebar 6–8 meter, kawasan industri, perumahan premium, pelabuhan, hingga parkiran luas. Dengan rating IP65 waterproof dan material aluminum alloy, lampu ini tahan terhadap cuaca tropis Indonesia. Instalasi cepat, tanpa biaya listrik bulanan, dan umur panel hingga 25 tahun menjadikan PJU solar 100W sebagai investasi jangka panjang yang andal dan hemat.
Alasan berbelanja di Anekasolusidaya.com
- Pesanan sebelum jam 2 siang akan diproses dihari yang sama
- Garansi uang kembali
- Bisa COD - Bayar setelah barang sampai
Description
Reviews (0)
Description
| warna | Abu – Abu, Hijau, Hitam |
|---|---|
| ukuran | M, S |
| SKU | N/A |
| Category | Lampu PJU Tenaga Surya, Uncategorized |
| Tag | baterai LiFePO4 60Ah PJU, distributor PJU tenaga surya, harga PJU solar 100 watt, jarak tiang PJU 8 meter, lampu jalan solar panel 100W, lampu jalan tenaga surya 100W, lampu PJU tenaga surya 100 watt, panel surya 120W lampu jalan, PJU solar cell 100 watt, PJU solar untuk jalan kolektor |
Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips – Spesifikasi Lengkap & Harga Terbaru
Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips menjadi pilihan utama dalam tren pengadaan PJU solar di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, proyek jalan desa, kawasan industri, hingga area tambang mulai beralih dari sistem konvensional berbasis PLN ke lampu jalan tenaga surya karena efisiensi biaya operasional dan kemudahan instalasi. Kenaikan tarif listrik, kebutuhan infrastruktur cepat, serta dorongan penggunaan energi terbarukan membuat PJU solar 100 watt semakin relevan.
Dibanding varian 80W, model 100W menawarkan output cahaya lebih tinggi dan jangkauan lebih luas. Untuk jalan kolektor dengan lebar 6–8 meter atau area industri dengan kebutuhan pencahayaan intens, spesifikasi 100W lebih ideal. Dengan LED Philips 150 lumen per watt dan panel monocrystalline 120W, sistem ini dirancang untuk performa stabil di kondisi tropis Indonesia.
Spesifikasi Teknis Lampu PJU Solar 100W IT-TI0100
Berikut tabel spesifikasi profesional untuk model IT-TI0100:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| LED Power | 100W |
| LED Chip | Philips |
| Lumens | 150 lm/W |
| Sudut Cahaya | 120° |
| CCT | 6000K |
| Lifespan | 50.000 jam |
| Panel Surya | Monocrystalline |
| Max Power | 120W |
| Umur Panel | 25 tahun |
| Baterai | LiFePO4 60Ah |
| Umur Baterai | 5–8 tahun |
| Charging Time | 8 jam |
| Backup | 12 jam |
| Tinggi Tiang | 8–9 meter |
| Jarak Tiang | 15–25 meter |
| Material | Aluminum Alloy |
| IP Rating | IP65 |
| Berat | 21,3 Kg |
| Box Size | 136×41×18 cm |
Penjelasan Teknis & Analisis Spesifikasi
1️⃣ LED Philips 100W – 150 lm/W
Dengan efikasi 150 lumen per watt, total output cahaya mencapai sekitar 15.000 lumen. Ini membuatnya cocok untuk query seperti “lampu jalan tenaga surya 100W cukup untuk jalan berapa meter?”. Untuk tinggi tiang 8–9 meter, pencahayaan tetap merata berkat sudut pancar 120°.
CCT 6000K menghasilkan cahaya putih terang (daylight) yang meningkatkan visibilitas dan keamanan malam hari. Umur LED 50.000 jam berarti sistem dapat bertahan lebih dari 10 tahun dengan penggunaan rata-rata 12 jam per malam.
2️⃣ Mengapa Panel 120W Sangat Penting?
Banyak kegagalan proyek PJU solar disebabkan panel underspec. Untuk lampu 100W, penggunaan panel monocrystalline 120W memberikan keseimbangan energi yang lebih stabil.
Alasannya:
- Peak sun hour Indonesia rata-rata 4–5 jam
- Intensitas matahari menurun saat musim hujan
- Beban 100W membutuhkan cadangan energi cukup
Panel 120W memastikan baterai LiFePO4 60Ah terisi optimal dalam waktu ±8 jam. Ini menjawab pertanyaan populer seperti “panel surya berapa watt untuk lampu jalan 100 watt?”.
Seorang konsultan energi terbarukan menyatakan,
“Sistem PJU solar harus memiliki margin daya pada sisi panel. Jika kapasitas panel terlalu kecil, baterai akan sering mengalami deep discharge dan umur pakainya menurun drastis.”
3️⃣ Perbedaan Baterai 60Ah vs 46Ah
Varian 100W menggunakan baterai LiFePO4 60Ah, lebih besar dibanding model 80W yang umumnya 46Ah.
Keunggulan 60Ah:
- Kapasitas penyimpanan lebih besar
- Backup 12 jam lebih stabil
- Tahan musim hujan panjang
- Siklus pengisian lebih seimbang
LiFePO4 memiliki cycle life lebih tinggi dibanding baterai timbal-asam. Umur pakai 5–8 tahun membuatnya cocok untuk proyek jangka panjang seperti jalan kolektor dan kawasan industri.
LSI seperti “baterai LiFePO4 60Ah PJU”, “umur baterai lampu jalan solar”, dan “backup lampu jalan 12 jam” sering menjadi query turunan dalam pencarian Google.
4️⃣ Efek Tinggi Tiang 8–9 Meter terhadap Lux
Tinggi pemasangan sangat memengaruhi distribusi cahaya. Dengan mounting height 8–9 meter dan jarak antar tiang 15–25 meter, sistem 100W mampu menghasilkan rata-rata 22–30 lux pada jalan kolektor.
Keuntungan tinggi tiang lebih besar:
- Area jangkauan lebih luas
- Distribusi cahaya lebih merata
- Mengurangi titik gelap
Untuk jalan lebar 6–8 meter atau kawasan industri, konfigurasi ini lebih ideal dibanding model 80W dengan tinggi 6–7 meter.
Dalam praktik perencanaan, simulasi lux diperlukan untuk menentukan jarak optimal. Namun secara umum, sistem ini cocok untuk:
- Jalan kolektor
- Jalan lingkungan industri
- Area parkir luas
- Pelabuhan ringan
5️⃣ Material & Proteksi Lingkungan
Material aluminum alloy dengan rating IP65 waterproof melindungi sistem dari debu dan hujan. Indonesia memiliki kelembapan tinggi dan curah hujan besar, sehingga proteksi menjadi faktor krusial.
IP65 berarti:
- Tahan debu total
- Tahan percikan air dari segala arah
Housing kokoh dengan berat 21,3 kg memberikan stabilitas pada tiang 8–9 meter.
6️⃣ Sistem Kerja Terintegrasi
Sebagai lampu PJU tenaga surya all in one 100W, seluruh komponen berada dalam satu unit:
Siang Hari:
Panel 120W → Charge Controller → Baterai LiFePO4 60Ah
Malam Hari:
Baterai → Driver LED → LED Philips 100W menyala hingga 12 jam
Fitur tambahan:
- Sensor otomatis on/off
- Sistem dimmer
- Proteksi overcharge & overdischarge
Desain All In One mengurangi kabel eksternal dan meminimalkan risiko vandalisme.
7️⃣ Keunggulan Dibanding Model 80W
Beberapa perbedaan utama:
✔ Output lumen lebih tinggi
✔ Tinggi tiang 8–9 meter
✔ Cocok untuk jalan lebih lebar
✔ Kapasitas baterai lebih besar
Untuk pencarian seperti “harga PJU solar 100 watt terbaru” atau “spesifikasi lampu jalan tenaga surya 100W Philips”, model ini memberikan jawaban yang lebih kuat untuk kebutuhan pencahayaan intens.
8️⃣ Cocok untuk Berbagai Area Aplikasi
Lampu jalan solar panel 120W ini ideal untuk:
- Jalan kolektor kota
- Kawasan industri
- Tambang
- Pelabuhan
- Perumahan premium
- Area parkiran luas
Dengan backup 12 jam dan charging 8 jam, sistem ini mampu memberikan performa konsisten sepanjang malam.
Pemilihan panel monocrystalline high efficiency, LED Philips 150 lm/W, serta baterai LiFePO4 60Ah menciptakan keseimbangan daya yang aman untuk kondisi tropis Indonesia.

Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips menghadirkan peningkatan performa signifikan dibanding varian 80W, terutama untuk kebutuhan jalan kolektor, kawasan industri, dan area dengan lebar lebih besar. Jika sebelumnya kita membahas spesifikasi teknis dan konfigurasi panel 120W serta baterai LiFePO4 60Ah, pada bagian ini akan dijelaskan secara detail keunggulan nyata di lapangan serta bagaimana sistem kerja terintegrasinya menjaga stabilitas pencahayaan.
Keunggulan Lampu Jalan Tenaga Surya 100W Dibanding 80W
Banyak pencarian seperti “lebih bagus PJU solar 80W atau 100W?” muncul karena perbedaan ini cukup krusial dalam perencanaan proyek. Secara teknis, varian 100W menawarkan beberapa keunggulan utama:
✔ Output Cahaya Lebih Tinggi
Dengan LED Philips 150 lumen per watt dan daya 100W, total output cahaya mencapai sekitar 15.000 lumen. Dibanding 80W yang berada di kisaran 12.000 lumen, peningkatan ini memberikan dampak signifikan pada tingkat iluminasi (lux).
Untuk proyek jalan kolektor, tambahan lumen berarti:
- Peningkatan visibilitas kendaraan
- Reduksi area gelap
- Keamanan lebih optimal
Dalam banyak kasus, memilih kapasitas yang lebih tinggi memberikan margin pencahayaan yang lebih aman, terutama untuk ruas jalan dengan aktivitas malam yang padat.
✔ Cocok untuk Jalan Lebar 6–8 Meter
Lampu jalan tenaga surya 100W lebih ideal untuk:
- Jalan kolektor perkotaan
- Jalan industri dengan kendaraan berat
- Jalan lingkungan perumahan premium
Dengan tinggi tiang 8–9 meter, distribusi cahaya lebih luas dibanding model 6–7 meter pada varian 80W. Hal ini menjawab query turunan seperti “PJU solar 100W untuk jalan berapa meter?”.
Secara praktis, untuk jalan beton 6–8 meter, sistem 100W memberikan pencahayaan lebih merata tanpa harus memperpendek jarak antar tiang.
✔ Ideal untuk Kawasan Industri
Kawasan industri membutuhkan:
- Intensitas cahaya lebih tinggi
- Ketahanan terhadap debu & panas
- Jangkauan pencahayaan luas
Dengan rating IP65 waterproof dan material aluminum alloy, sistem ini mampu bertahan di lingkungan industri. Selain itu, kapasitas baterai LiFePO4 60Ah memberikan kestabilan daya saat beban tinggi.
Pendekatan ini jauh lebih rasional dibanding memaksakan model 80W untuk area yang membutuhkan iluminasi lebih besar.
✔ Lux Lebih Merata pada Jarak 20–25 Meter
Simulasi sederhana berikut dapat memberikan gambaran:
- Tinggi tiang: 8 meter
- Jarak antar tiang: 20 meter
- Rata-rata iluminasi: 22–30 lux
Rentang lux tersebut sudah masuk kategori ideal untuk jalan kolektor ringan dan kawasan industri. Distribusi cahaya 120° membantu meminimalkan bayangan di antara titik lampu.
Dalam perencanaan profesional, simulasi lux menjadi bagian penting agar hasil sesuai standar. Menggunakan 100W memberikan fleksibilitas lebih dalam menentukan jarak antar tiang 15–25 meter tanpa mengorbankan kualitas pencahayaan.
Sering kali, perbedaan antara proyek yang sukses dan yang bermasalah terletak pada keberanian memilih kapasitas yang sesuai, bukan sekadar mengikuti anggaran minimum.
Sistem Kerja Lampu PJU Solar 100W
Sebagai sistem all in one, seluruh komponen utama terintegrasi dalam satu unit yang ringkas dan terlindungi.
🌞 Siang Hari
Panel Surya 120W
↓
Solar Charge Controller
↓
Baterai LiFePO4 60Ah terisi optimal
Panel monocrystalline high efficiency memanfaatkan peak sun hour Indonesia sekitar 4–5 jam. Dalam waktu ±8 jam paparan matahari, baterai dapat terisi penuh untuk mendukung operasi malam hari.
Keunggulan panel 120W:
- Memberikan margin pengisian lebih aman
- Mengurangi risiko deep discharge
- Menjaga umur baterai tetap optimal
🌙 Malam Hari
Baterai LiFePO4 60Ah
↓
Driver LED
↓
LED Philips 100W menyala hingga 12 jam
Sistem dirancang untuk backup penuh semalaman. Ini penting untuk query seperti “lampu jalan tenaga surya tahan berapa jam?”.
Dengan kapasitas 60Ah, energi yang tersimpan cukup untuk menjaga stabilitas pencahayaan meskipun terjadi cuaca kurang ideal beberapa hari berturut-turut.
Fitur Proteksi & Otomatisasi
Lampu PJU tenaga surya all in one 100W ini dilengkapi beberapa fitur penting:
✔ Dimer Otomatis
Mengatur intensitas cahaya pada jam tertentu untuk:
- Menghemat energi
- Memperpanjang umur baterai
- Menjaga kestabilan sistem
✔ Auto On/Off
Sensor cahaya otomatis mengaktifkan lampu saat senja dan mematikannya saat pagi hari tanpa intervensi manual.
✔ Proteksi Overcharge
Mencegah baterai menerima pengisian berlebihan yang dapat memperpendek umur pakai.
✔ Proteksi Overdischarge
Menghindari pengosongan daya ekstrem yang berpotensi merusak sel LiFePO4.
Menurut praktisi sistem energi surya,
“Keseimbangan antara kapasitas panel, baterai, dan kontrol proteksi adalah kunci umur panjang sistem PJU solar. Tanpa proteksi yang baik, bahkan spesifikasi tinggi pun bisa cepat menurun performanya.”
Dalam praktik pengadaan proyek, memilih lampu jalan tenaga surya 100W bukan sekadar soal watt lebih besar, tetapi tentang stabilitas, distribusi lux, dan margin keamanan daya. Untuk jalan lebar, kawasan industri, atau proyek yang membutuhkan pencahayaan lebih intens, konfigurasi 100W dengan panel 120W dan baterai 60Ah memberikan solusi yang lebih seimbang.
Pendekatan spesifikasi seperti ini memberikan keyakinan bahwa sistem tidak hanya terang di awal instalasi, tetapi tetap konsisten dalam jangka panjang.

Lampu PJU Tenaga Surya All In One 100W Philips dirancang untuk menjawab kebutuhan pencahayaan intens pada berbagai sektor infrastruktur. Dengan LED Philips 150 lm/W, panel surya monocrystalline 120W, dan baterai LiFePO4 60Ah, sistem ini menawarkan keseimbangan daya dan stabilitas yang dibutuhkan untuk proyek jalan kolektor hingga kawasan industri. Berikut pembahasan lanjutan terkait area aplikasi, pentingnya konfigurasi panel dan baterai, serta perbandingan dengan PJU berbasis PLN.
Area Aplikasi PJU Solar 100W
1️⃣ Jalan Kolektor
Untuk jalan kolektor dengan lebar 6–8 meter, lampu jalan tenaga surya 100W memberikan output cahaya yang lebih merata dibanding varian 80W. Dengan tinggi tiang 8–9 meter dan jarak antar tiang 15–25 meter, sistem mampu menghasilkan rata-rata 22–30 lux. Pencahayaan ini cukup untuk mendukung keamanan kendaraan roda dua maupun roda empat pada malam hari.
Query turunan seperti “PJU solar 100W untuk jalan berapa meter?” sering muncul karena perbedaan kapasitas watt sangat memengaruhi hasil lux di lapangan.
2️⃣ Kawasan Industri
Kawasan industri membutuhkan pencahayaan terang, tahan debu, dan stabil dalam durasi panjang. Dengan rating IP65 waterproof dan material aluminum alloy, sistem ini mampu bertahan dalam lingkungan kerja berat. Backup 12 jam memastikan operasional malam tidak terganggu.
3️⃣ Area Tambang
Tambang biasanya jauh dari jaringan PLN. Sistem mandiri menjadi solusi utama. Panel 120W dan baterai LiFePO4 60Ah memastikan lampu tetap menyala meskipun cuaca kurang optimal beberapa hari.
4️⃣ Pelabuhan
Lingkungan pesisir memiliki kelembapan dan kadar garam tinggi. Material anti-korosi serta proteksi IP65 membuat PJU solar 100W lebih tahan dibanding lampu konvensional.
5️⃣ Perumahan Premium
Developer perumahan kelas menengah atas memerlukan sistem estetik dan efisien. Konsep all in one tanpa kabel eksternal memberikan tampilan rapi serta instalasi cepat.
6️⃣ Parkiran Luas
Area parkir pusat perbelanjaan atau gudang membutuhkan pencahayaan menyebar. Sudut pancar 120° membantu distribusi cahaya merata tanpa titik gelap berlebihan.
7️⃣ Jalan Provinsi Ringan
Untuk ruas provinsi dengan lalu lintas sedang, PJU solar 100W mampu memberikan margin keamanan lebih dibanding model 80W.
Seorang konsultan pencahayaan menyatakan,
“Pemilihan watt yang tepat harus disesuaikan dengan lebar jalan dan tinggi tiang. Overdesign memang meningkatkan biaya, tetapi underspec jauh lebih berisiko terhadap keselamatan.”
Mengapa Panel 120W & Baterai 60Ah Penting?
Banyak proyek gagal karena salah memilih kapasitas panel dan baterai.
Masalah Umum:
- Panel underspec sehingga pengisian tidak optimal
- Baterai cepat drop akibat deep discharge
- Tidak tahan musim hujan panjang
Dalam pencarian seperti “kenapa PJU solar cepat rusak?”, penyebab utamanya sering berada pada keseimbangan daya yang tidak tepat.
Solusi yang Diterapkan pada Model 100W:
✔ Panel lebih besar → charging stabil
✔ Kapasitas baterai lebih tinggi → backup aman
Panel monocrystalline 120W memberikan margin pengisian tambahan. Dengan peak sun hour Indonesia sekitar 4–5 jam, kapasitas ini membantu memastikan baterai LiFePO4 60Ah tetap terisi penuh dalam waktu ±8 jam.
Baterai 60Ah memiliki kapasitas penyimpanan lebih besar dibanding 46Ah pada model 80W. Ini berarti energi cadangan lebih banyak untuk menjaga lampu tetap menyala 12 jam penuh.
“Sistem PJU solar harus memiliki keseimbangan antara kapasitas panel dan baterai. Underspec akan menyebabkan degradasi dini.”
LSI seperti “panel surya 120W untuk lampu jalan”, “baterai LiFePO4 60Ah tahan berapa lama”, dan “backup PJU solar 12 jam” menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Perbandingan PJU PLN vs PJU Solar 100W
Berikut komparasi sederhana:
| Aspek | PJU PLN | PJU Solar |
|---|---|---|
| Kabel | Ya | Tidak |
| Biaya listrik | Ada | Tidak |
| Instalasi | Lama | Cepat |
| Perawatan | Sedang | Rendah |
| Cocok area terpencil | Tidak | Ya |
PJU PLN memerlukan jaringan kabel dan biaya listrik bulanan. Sebaliknya, lampu PJU tenaga surya all in one 100W tidak membutuhkan kabel PLN dan tidak menimbulkan biaya listrik rutin.
Dalam jangka panjang, total cost of ownership PJU solar cenderung lebih rendah, terutama di wilayah terpencil atau proyek Dana Desa.
FAQ SEO
❓ Apakah PJU solar 100W cukup untuk jalan 8 meter?
Ya. Dengan tinggi tiang 8–9 meter dan jarak antar tiang 20 meter, rata-rata iluminasi 22–30 lux sudah mencukupi untuk jalan kolektor lebar 6–8 meter.
❓ Berapa jarak ideal antar tiang?
Umumnya 15–25 meter tergantung lebar jalan dan kebutuhan lux. Simulasi pencahayaan tetap disarankan untuk proyek besar.
❓ Apakah bisa dipasang di daerah pesisir?
Bisa. Housing aluminum alloy dan IP65 waterproof melindungi sistem dari kelembapan dan percikan air laut.
❓ Berapa lama baterai LiFePO4 60Ah bertahan?
Umur pakai berkisar 5–8 tahun tergantung pola penggunaan dan pengaturan dimmer. Teknologi LiFePO4 memiliki cycle life lebih panjang dibanding baterai konvensional.
❓ Apakah sistem ini cocok untuk proyek pemerintah?
Ya. Spesifikasi panel 120W, baterai 60Ah, dan LED Philips 150 lm/W memenuhi standar proyek infrastruktur modern, termasuk pengadaan jalan desa dan kawasan industri.
Call To Action
Butuh Lampu PJU Tenaga Surya 100W untuk Proyek Anda?
Tim teknis siap membantu:
- Perhitungan lux GRATIS
- Simulasi jarak antar tiang
- Estimasi kebutuhan unit
- Konsultasi teknis panel & baterai
🟢 Klik WhatsApp Sekarang
📞 Hubungi Sales Engineer
Dengan konfigurasi panel 120W, baterai LiFePO4 60Ah, dan LED Philips 150 lm/W, sistem ini memberikan pencahayaan stabil dan efisien untuk berbagai aplikasi infrastruktur.

Reviews (0)
Leave a Reply





Reviews
There are no reviews yet.